Intelijen AS Deteksi Iran Mulai Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz

Peta Selat Hormuz. (Dok. Ist)

Faktakalsel.id, INTERNASIONAL – Intelijen Amerika Serikat (AS) mendeteksi kemungkinan Iran mulai memasang ranjau laut di Selat Hormuz menggunakan kapal-kapal berukuran kecil. Berdasarkan laporan CBS News pada Selasa (10/3/2026), kapal-kapal tersebut diketahui mampu memuat dua hingga tiga unit ranjau dalam setiap pergerakannya di jalur perdagangan minyak vital dunia tersebut.

Langkah ini diduga sebagai bagian dari penguatan pertahanan maritim Iran di tengah ketegangan yang meningkat. Meskipun angka pastinya masih belum jelas, jumlah total ranjau di gudang persenjataan Iran diperkirakan berkisar antara 2.000 hingga 6.000 unit. Ranjau-ranjau tersebut dilaporkan merupakan hasil produksi dalam negeri maupun pasokan dari Rusia dan China.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah memuncak setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Operasi militer tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan serta menimbulkan korban di pihak sipil. Sebagai bentuk balasan, Iran langsung menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS yang tersebar di wilayah tersebut.

AS dan Israel awalnya mengklaim bahwa agresi militer tersebut diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, kedua negara tersebut kemudian memperjelas bahwa serangan itu dilakukan dengan motif politik untuk mendorong perubahan kekuasaan di Teheran.

Dampak paling signifikan dari serangan hari pertama tersebut adalah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Republik Islam Iran secara resmi telah menyatakan 40 hari masa berkabung nasional atas wafatnya sang pemimpin. Kematian Khamenei memicu kecaman keras dari berbagai pihak internasional, termasuk Moskow.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Di saat yang sama, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia turut mengutuk operasi gabungan AS-Israel tersebut dan menyerukan agar segera dilakukan deeskalasi serta penghentian permusuhan guna mencegah perang yang lebih luas di kawasan tersebut.

Kini, fokus keamanan global tertuju pada Selat Hormuz, mengingat setiap gangguan pada jalur tersebut dapat memicu krisis energi dunia. Iran sebelumnya sering mengancam akan menutup selat tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan militer dan ekonomi dari Barat. Pemasangan ranjau laut ini dianggap sebagai sinyal serius bahwa Iran siap melakukan konfrontasi fisik di wilayah perairan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *