FAKTA KALSEL.ID – Banjarmasin – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 14 Banjarmasin menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah serta penguatan ekosistem industri pertambangan batubara dengan menjadi Silver Sponsor pada kegiatan diskusi bertajuk “Penguatan Tata Kelola untuk Penanganan Pertambangan yang Baik untuk Mendorong Kepatuhan dan Keberlanjutan Industri.”

Kegiatan yang diselenggarakan di Grand Emerald Room Lantai 7, Fugo Hotel Banjarmasin pada kamis, 2 Juli 2026 tersebut mempertemukan para pelaku usaha pertambangan batubara, regulator, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas upaya penguatan tata kelola industri yang berkelanjutan sekaligus mendukung implementasi kebijakan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Chief Economist BRI, Dr. Anton Hendranata, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta peran strategis BRI dalam mendukung implementasi kebijakan pemerintah melalui penyediaan solusi perbankan yang mampu menjaga kelancaran arus kas (cash flow) para pelaku usaha di sektor pertambangan batubara.
Diskusi ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha, regulator, dan sektor perbankan dalam membangun industri pertambangan yang semakin patuh terhadap regulasi, memiliki tata kelola yang baik (good mining governance), serta mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 14 Banjarmasin, Bambang Indriatmoko, menyampaikan bahwa BRI senantiasa mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah sekaligus berkomitmen menjadi mitra utama dunia usaha melalui layanan dan solusi keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
“BRI terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah, termasuk implementasi Devisa Hasil Ekspor (DHE), melalui penyediaan solusi keuangan yang komprehensif bagi pelaku usaha. Kami meyakini bahwa sinergi antara regulator, pelaku industri, dan sektor perbankan menjadi fondasi penting dalam menciptakan industri pertambangan yang sehat, berdaya saing, serta berkelanjutan,” ujar Bambang Indriatmoko.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, BRI berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan sektor pertambangan nasional yang semakin tangguh, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.














