FAKTA KALSEL.ID – BANJARMASIN – Bank Kalsel menargetkan mulai beroperasi sebagai bank devisa pada 17 Juni 2026 setelah menyelesaikan tahapan akhir pemenuhan persyaratan regulator.
Target tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).
Fachrudin mengatakan seluruh persiapan menuju operasional bank devisa telah dilakukan. Saat ini, Bank Kalsel tinggal menuntaskan proses akhir sebelum memberikan layanan transaksi valuta asing dan layanan perbankan internasional lainnya.
Menurutnya, proses menjadi bank devisa dimulai setelah Bank Kalsel memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025. Selanjutnya, bank memenuhi berbagai persyaratan yang mencakup aspek administrasi, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, dan sumber daya manusia.
“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” ujarnya.
Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel akan dapat melayani transaksi dalam valuta asing, termasuk transfer internasional, pembukaan rekening valas, transaksi ekspor-impor, remitansi, dan layanan pendukung perdagangan internasional.
Fachrudin mengatakan status tersebut akan memperluas layanan Bank Kalsel bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Helmie, menyambut baik rencana operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa.
“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa. Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” ujarnya.














