Pemerintah menargetkan sebanyak 695 unit pembangunan huntap mandiri bagi para korban terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra Barat.
Angka tersebut tercatat dalam data rekapitulasi rencana relokasi mandiri Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Senin (13/7).
Target pembangunan huntap mandiri di Sumatra Barat tersebar di berbagai wilayah mulai dari Kabupaten Pasaman hingga pesisir selatan provinsi tersebut.
Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak yang mencapai angka 457 unit rumah bagi para korban bencana.
Opsi relokasi mandiri ini memungkinkan warga terdampak bencana untuk mengajukan usulan pembuatan rumah di atas lahan milik mereka sendiri.
Penyediaan lahan pribadi oleh warga membuat proses penyelesaian proyek perumahan ini dapat berjalan jauh lebih cepat dibandingkan opsi komunal.
Seluruh perumahan bagi warga ini akan dibangun menggunakan standar rumah tipe 36 yang berisi dua kamar tidur dan kelengkapan ruang lainnya.
Dalam merealisasikan target tersebut, pemerintah menjalin kerja sama strategis dengan PT Semen Padang untuk penyediaan material utama bangunan.
Rumah relokasi ini didirikan menggunakan teknologi inovatif bernama Semen Padang Bata Interlock atau lebih sering disingkat menjadi Sepablock.
Material bangunan pengganti batu bata ini dikembangkan sejak tahun 2020 dengan sistem khusus yang dirancang saling mengunci satu sama lain.
Penggunaan material Sepablock dinilai memiliki berbagai kelebihan teknis seperti ramah lingkungan dan telah terbukti tahan terhadap guncangan gempa.
Teknologi ini juga memungkinkan waktu pengerjaan menjadi lebih singkat serta materialnya sangat mudah dimobilisasi ke berbagai lokasi sisa bencana.
Rincian target wilayah lainnya mencakup Tanah Datar sebanyak 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, dan Kabupaten Agam sebanyak 29 unit.
Pemerintah menjadikan beberapa unit rumah yang telah selesai dibangun di Kota Pariaman sebagai proyek percontohan untuk bahan evaluasi ke depannya.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus didorong demi mengimplementasikan prinsip membangun kembali dengan lebih aman bagi masyarakat.














