Dandim Jakpus Tegaskan Polemik Babinsa dan Pedagang Es Hanyalah Kesalahpahaman

Viral Pedagang Es Kue Jadul Dituding Pakai Bahan Spons lalu Dianiaya (Tangkapan Layar Akun TikTok @balewartawanjakpus)

Faktakalsel.id, NASIONAL – TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/Jakarta Pusat memastikan bahwa perselisihan yang melibatkan anggotanya, Serda Heri Purnomo, dengan seorang penjual es jadul di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, telah tuntas. Masalah tersebut dinyatakan selesai melalui jalur kekeluargaan setelah pihak TNI mendatangi langsung kediaman warga terkait.

Penyelesaian damai ini dikonfirmasi langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman. Ia menyebut bahwa polemik Babinsa dan pedagang es tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan.

Untuk meredakan situasi, Dandim secara khusus berkunjung ke rumah Sudrajat, sang pedagang es, di Desa Rawa Panjang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Senin (26/1/2026).

“Peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI-Polri dengan seorang pedagang es, telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan antara pihak-pihak terkait,” kata Kolonel Ahmad Alam Budiman dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Tidak Ada Niat Merugikan Warga

Dalam pertemuan hangat tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk meluruskan duduk perkara yang sempat menjadi sorotan publik. Kolonel Ahmad menegaskan bahwa TNI tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk menyulitkan masyarakat kecil dalam mencari nafkah.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan warga. Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan rakyat. Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kami bersyukur, semuanya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dandim juga menekankan bahwa setiap prajurit yang bertugas di lapangan selalu diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif. Komunikasi yang baik dan rasa hormat kepada masyarakat menjadi prioritas utama dalam pembinaan teritorial.

Evaluasi Internal

Menyikapi polemik Babinsa dan pedagang es ini, Kodim 0501/Jakarta Pusat berkomitmen untuk melakukan evaluasi internal. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan komunikasi sosial para prajurit agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

“Langkah ini dilakukan agar setiap potensi kesalahpahaman dapat dicegah sejak awal dan tidak berkembang menjadi isu yang dapat menimbulkan mispersepsi di publik,” tegasnya.

Dengan adanya pertemuan dan klarifikasi ini, TNI berharap hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat tetap harmonis dan solid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *