Sungai Aur Meluap, Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Muara Enim Sumatra Selatan

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama warga membersihkan sisa material lumpur usai musibah banjir merendam kawasan permukiman di Kabupaten Muara Enim. (Dok. BNPB)

Faktakalsel.id, MUARA ENIM – Bencana banjir di Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, merendam kawasan permukiman warga di wilayah Kelurahan Pasar II dan Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa kebencanaan ini mengakibatkan sebanyak 652 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung akibat luapan debit air sungai yang masuk hingga ke dalam rumah warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat insiden ini sebagai salah satu kejadian hidrometeorologi signifikan pada pertengahan April. Berdasarkan laporan rinci dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, banjir tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat kapasitas Sungai Aur di Kelurahan Air Lintang tidak mampu lagi menampung debit air, sehingga meluap deras ke area tempat tinggal penduduk.

Merespons kondisi darurat tersebut, petugas BPBD Kabupaten Muara Enim langsung diturunkan ke lokasi sejak pagi hari. Tim reaksi cepat segera melakukan kaji cepat situasi dan mengevakuasi warga yang terjebak genangan air. Proses evakuasi di lapangan berjalan dengan menggunakan sarana perahu berbahan fiber serta dukungan mesin jinjing untuk menembus area yang terendam cukup dalam.

Setelah menggenangi permukiman warga selama kurang lebih 10 jam, luapan air akhirnya berangsur surut. Kendati musibah banjir di Muara Enim ini telah berlalu, genangan air menyisakan material lumpur tebal di dalam maupun pekarangan rumah warga terdampak. Petugas gabungan di lapangan kemudian bergotong royong membantu masyarakat membersihkan sisa-sisa material lumpur tersebut agar hunian kembali layak ditempati.

Berdasarkan pemantauan situasi terkini, arus lalu lintas kendaraan bermotor dan mobilitas aktivitas warga di Kecamatan Muara Enim telah kembali berjalan normal. Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus mempertahankan tingkat kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim hujan menuju kemarau.

“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan,” demikian imbauan resmi dari Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB.

Warga yang tinggal menetap di area bantaran sungai juga diminta untuk terus memantau fluktuasi ketinggian muka air secara berkala. BNPB menegaskan, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama, masyarakat sangat disarankan untuk segera mengambil inisiatif melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih tinggi guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *