Faktakalsel.id, NASIONAL – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggandeng 170 bupati dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sektor perkebunan melalui program bantuan hibah senilai Rp9,95 triliun. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan produktivitas komoditas, kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, dengan menghadirkan bupati dari daerah lumbung pangan tanpa perwakilan. Amran menegaskan, kehadiran langsung para kepala daerah menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim ekstrem.
“Hari ini kami pertemuan dengan bupati seluruh Indonesia yang menjadi lumbung pangan kita. Kurang lebih 170 bupati se-Indonesia hadir, tidak diwakili,” kata Mentan dalam jumpa pers usai rapat.
Dalam agenda tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan produksi sektor perkebunan pada 2026 hingga 2027. Target ini didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui program bantuan hibah gratis kepada petani.
Amran menjelaskan, total bantuan hibah mencapai Rp9,95 triliun yang akan disalurkan dalam bentuk benih tanaman, pengolahan lahan, dan pupuk organik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia.
“Ada bantuan Bapak Presiden langsung, nilainya untuk tanaman (perkebunan) itu gratis, hibah, totalnya Rp9,95 triliun dalam bentuk tanaman dengan pupuk organik diberikan secara gratis. Tanamannya adalah tebu, kopi, kakao, mente, pala, kelapa,” jelasnya.
Komoditas yang menjadi fokus program meliputi tebu, kopi, kakao, mente, pala, dan kelapa, yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengembangan lahan perkebunan seluas 870 ribu hektare di seluruh Indonesia.
Mentan turut mengapresiasi peran para bupati dalam mendukung swasembada beras nasional. Menurutnya, kepala daerah merupakan garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan melalui optimalisasi lahan, perbaikan infrastruktur, serta pendampingan kepada petani.
Saat ini, produksi padi nasional menunjukkan peningkatan signifikan. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.
Amran berharap keberhasilan di sektor pangan tersebut dapat diikuti oleh sektor perkebunan melalui penguatan komoditas, peningkatan produktivitas lahan, serta kesejahteraan petani yang berkelanjutan.














