Breaking News
Terungkap Disidang OTT KPK Amuntai, Eks Kejari HSU Diduga Peras Ketua KPU HSU Puluhan Juta Rupiah Sidang Gugatan Wanprestasi, Penggugat Serahkan Bukti Surat Perjanjian dan Kesepakatan yang Diingkari Polda Kalsel Bekuk Jaringan Narkoba Internasional Fredy Pratama dalam Operasi Antik Intan 2026 PAM Bandarmasih Gandeng ULM Lakukan Survei Kepuasan dan Kebutuhan Air Masyarakat HABARPAM.COM, BANJARMASIN – PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) menjalin kerja sama dengan Jurusan Statistika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Pelanggan dan survei real demand atau kebutuhan air di masyarakat. Kerja sama ini dilakukan sebagai langkah strategis perusahaan dalam memperoleh data riil di lapangan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan di Kota Banjarmasin. Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda), Zulbadi mengatakan, survei ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan perusahaan ke depan. “Melalui survei ini, kami ingin mendapatkan gambaran nyata terkait tingkat kepuasan pelanggan sekaligus mengetahui kebutuhan air masyarakat secara langsung. Data ini sangat penting sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan perusahaan,” ujarnya. Ia menjelaskan, data dan informasi yang diperoleh dari hasil survei akan digunakan untuk memetakan kondisi eksisting perusahaan, sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah perbaikan dan pengembangan. “Dari data tersebut, kami bisa menentukan langkah strategis seperti peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kualitas air, hingga peningkatan tekanan distribusi ke pelanggan. Semua itu tentu berbasis data agar lebih tepat sasaran,” lanjutnya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei ini melibatkan sekitar 70 orang surveyor yang berasal dari mahasiswa Jurusan Statistika Fakultas MIPA ULM. Para surveyor akan turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi dari masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak perusahaan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin agar dapat menerima para surveyor dengan baik serta memberikan data dan informasi yang akurat sesuai kondisi di lapangan. “Kami berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan ini dengan memberikan informasi yang jujur dan terbuka. Karena keakuratan data sangat menentukan hasil pemetaan dan kualitas kebijakan yang akan diambil,” paparnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi peningkatan mutu pelayanan. “Kami akan terus membuka ruang kolaborasi, baik dengan perguruan tinggi, media, LSM, maupun seluruh stakeholder di Kota Banjarmasin. Semua ini kami lakukan untuk satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) dapat semakin memahami kebutuhan pelanggan secara menyeluruh, sehingga mampu menghadirkan layanan air bersih yang lebih optimal, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(apr) Kejari Banjarmasin Tetapkan Tersangka Baru Terkait Dugaan Korupsi Sewa Komputer
Ragam  

Gus Baha Jelaskan Pemahaman tentang Peristiwa Isra Miraj yang Bisa Rusak Tauhid

Gus Baha

FAKTA GRUP – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, memberikan penjelasan penting terkait peristiwa Isra Mi’raj, khususnya mengenai turunnya perintah salat.

Menurut Gus Baha, umat Islam perlu memahami bahwa tidak boleh ada kesalahpahaman mengenai pengurangan jumlah salat dari lima puluh waktu menjadi lima waktu.

Dalam penjelasannya, Gus Baha menegaskan bahwa keyakinan yang mengatakan Allah mengurangi jumlah shalat setelah bertemu Nabi Muhammad dapat merusak akidah. Hal ini karena pemikiran tersebut seolah menunjukkan bahwa Allah melakukan evaluasi atau perubahan pada ilmunya, yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

Gus Baha menjelaskan bahwa sejak awal, Allah sudah mengetahui bahwa perintah shalat lima puluh waktu akan dikurangi menjadi lima. Meski demikian, pengurangan tersebut merupakan bentuk anugerah dari Allah kepada umat Islam.

Setelah pertemuan Nabi Muhammad dengan Allah, shalat lima puluh waktu tetap dihargai dengan pahala yang setara, meskipun jumlahnya hanya lima waktu.

“Sejak awal, Allah sudah mengetahui bahwa lima puluh waktu itu akan dikurangi. Tidak ada evaluasi ulang yang dilakukan Allah. Itu sudah menjadi takdir yang ditentukan sejak zaman azali,” ujar Gus Baha.

Pernyataan ini mengingatkan umat Islam untuk tetap menjaga pemahaman yang benar tentang tauhid dan tidak menyimpang dari ajaran yang telah diajarkan Nabi Muhammad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *